Perkembangan Gadget di Keluarga dan lingkungan Sekitar.

perkembangan gadget dalam keluarga dan lingkungan sekitar

Dalam era Digitalisasi saat ini, Hal-hal yang berkaitan dengan Teknologi sudah menjadi konsumsi sehari-hari.

Dan Generasi yang paling konsumtif dalam penggunaan Teknologi adalah Generasi Milenial kadang juga disebut Generasi Y, yaitu sekelompok orang yang lahir pada kisaran Tahun 1980-2000an. Yang pada saat ini berumur 17-37 pada tahun ini.

Selain Generasi Milenial, ternyata anak-anak umur 0 s/d 8 tahun sudah diperkenalkan Gadget oleh Orangtua mereka, padahal umur 0-8 tahun adalah umur perkembangan anak yang baiknya tidak perlu diperkenalkan Gadget dulu.  Infografis dibawah ini menurut Common Sense Media, pada tahun 2013 anak umur 0-8 tahun malah sudah diperkenalkan dengan Gadget.

penggunaan gadget umur 0-8 tahun

Penggunaan gadget umur 0-8 tahun /sumber: Common Sense Media

Kenapa tidak perlu diperkenalkan dulu dengan Gadget ? baiklah akan saya jelaskan…

Gadget atau Smartphone pasti berkaitan dengan Steve Jobs dan Bill Gates karena mereka adalah Tokoh Besar di Dunia Teknologi. Steve Jobs Memimpin Apple dan Bill Gates memimpin Microsoft. Ada hal yang unik malah cenderung kontradiktif, yaitu mereka membatasi penggunaan Gadget kepada anak mereka.

Steve Jobs saat Event Perilisan iPad oleh Apple tahun 2010 mengatakan

“Sebenarnya kami tidak mengijinkan penggunaan iPad di Rumah. Kami pikir efeknya terlalu berbahaya untuk mereka (anak-anak)” [1], Jobs mengatakan hal tersebut ada alasannya, karena Jobs mengetahui betapa Adiktifnya iPad sebagai alat dalam menyampaikan sesuatu kepada pengguna.

Bahwa begitu Anda memiliki iPad di depan Anda, atau saat Anda membawanya dari rumah bersamamu, Anda akan selalu memiliki akses ke platform ini yang sangat adiktif. Itu sulit ditolak.

Apakah kata-kata Steve Jobs ini mempunyai dasar ? atau Asumsi belaka ?  ternyata setelah saya cari infografis yang relevan, penggunaan gadget dalam lingkungan , membuat pengguna selalu mengecek Gadgetnya selama beberapa kali dalam 1 Jam sekali, begitu adiktif sekali bukan ? lihat Infografisnya di bawah ini.

Penggunaan Gadget atau Smartphone yang membuat adiktif pengguna dan selalu mengecek selama beberapa kali dalam 1 jam / sumber : Gallup

Begitu juga dengan Bill Gates, beliau mengatakan dalam interview dengan salah satu Media ternama, dia tidak mengijinkan anak-anaknya mempunyai Gadget atau Handpone sampai mereka berumur 14 tahun. Anak-anak harus paham nilai dari Komunikasi dengan bertatap muka.[2]

Setelah  anda tahu fakta di atas yang dikemukakan oleh Pencipta Teknologi yang saat ini digunakan masyarakat banyak, harusnya anda sadar bahwa penggunaan teknologi tidak selalu mempunyai efek yang positif.

Berikut Dampak Positif dan Negatifnya tentang Penggunaan Gadget dalam Lingkungan ,

Dampak Positif :

– Melatih fungsi Otak

Penggunaan Gadget dapat melatih Fungsi Otak, Sehingga tumbuh kembangnya menjadi optimal, juga melatih daya Motorik atau daya Reflek anak.

– Permainan Edukatif

Pilihlah Permainan dalam Gadget yang bisa mengedukasi anak, bisa dari Pilihan warna, atau pengenalan Benda, Buah dan Hal-hal edukatif lainnya.

– Tanggap teknologi

Mengenalkan teknologi sejak dini berarti anak sudah tanggap teknologi dari masa perkembangannya, dan tidak ketinggalan zaman, siapa tahu anak anda bisa menciptakan aplikasi saat umurnya belum sampai 8 tahun, bisa saja terjadi bukan ?

Dan ini Efek Negatif Penggunaan Gadget :

– Kecanduan/Adiktif

Segala hal yang anak anda lakukan harus ada Gadget dalam genggamannya, entah kecanduan Game atau Video yang ingin dilihat terus menerus oleh anak anda.

– Radiasi

Paparan Radiasi dalam Layar Gadget bisa merusak mata pengguna yang mengakibatkan mata menjadi buram, minus dan anda harus berobat atau memakaikan kacamata agar mata menjadi jelas kembali.

– Anti Sosial

Karena terlalu fokus dengan Gadget, maka anak anda tidak menyadari kehadiran oranglain di sekitarnya, bukan tidak mungkin kalau ternyata nanti Gadget lebih penting dari kehadiran anda.

Demikianlah dampak negatifnya, sebenarnya masih banyak yang belum dijelaskan, tapi saya ingin lebih membicarakan hal yang bisa kita lakukan terhadap penggunaan Gadget di Lingkungan sekitar atau pun Keluarga, karena Gadget tidak mungkin di pisahkan dalam kehidupan.

Yang bisa kita lakukan adalah :

– Dampingi saat menggunakan Gadget

Jangan ditinggal, di Internet banyak konten-konten yang membahayakan, dampingi dan pilihlah yang aman bagi anak anda.

– Batasi waktu nya

Jangan sampai anak anda lupa waktu, berjam-jam dengan gadgetnya, berikan aturan untuk mempunyai “quality time” dengan keluarga.

– Ajak ke tempat yang bernuansa Sosial dan Alam

Beritahu bahwa selain dunia maya, anak anda juga harus mengetahui dunia nyata, ajarkan nilai-nilai kehidupan dalam bersosial dan indahnya pemandangan alam dan sejuknya udara dibandingkan tampilan maya di Gadget.

Karena pada akhirnya kita harus bisa mengarahkan, jangan sampai penggunaan teknologi malah sampai merugikan dalam kehidupan, Steve Jobs dan Bill Gates saja tahu bahwa penggunaan Gadget sejak dini membahayakan, maka anda harus “melek” juga terhadap efek dari teknologi.

Jangan sampai Gadget menjadi masalah dalam hidup anda, keluarga adalah yang utama, manfaatkan gadget seperlunya, jangan malah jadi penghalang dalam komunikasi yang sebenarnya.

Jangan sampai malah menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh.

Notes :

[1] kutipan dari Steve Jobs diambil dari sumber

[2] kutipan dari Bill Gates diambil dari sumber

Iklan

#GenLangitBiru bersama Pertamina untuk Kualitas Hidup dan Masa Depan yang Lebih Baik

#GenLangitBiru

Indonesia salah satu kota dengan penduduk terbanyak di dunia menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) data terakhir tahun 2014 mencapai 252 juta jiwa, dan pastinya angkanya akan bertambah sampai tahun 2017.

Banyaknya penduduk tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang merata, baik dari segi sandang, pangan dan papan.

Pusat dari Indonesia adalah Ibukota DKI Jakarta, inilah “Indonesia Mini” dengan segala hiruk pikuknya, Masalah yang sering terjadi di Kota Jakarta adalah Banjir dan Macet. Dua hal ini selalu disoroti, dan selalu menjadi bahan perbincangan di media massa.

Sebelum Bapak Presiden Jokowi membangun Infrastruktur, Kemacetan di Jakarta sudah merupakan “lagu lama” yang selalu terjadi meskipun sudah ganti Presiden dan Gubernur berkali-kali.

Macet berarti anda akan lebih lama di Perjalanan, begitu banyak kendaraan di Jalan Raya baik kendaraan yang Lama ataupun Baru, berarti tingkat Emisi pada kendaraan sangat bervariatif. Yang artinya penyebaran Polusi atau CO2 sangat tinggi jika terjadi kemacetan.

Tahukah anda menurut Worldbank.org , Efek dari Polusi Udara sangat mebahayakan, ini data Efek Polusi Udara di Jakarta pada tahun 2010:

Efek Polusi Udara menurut Worldbank.org

Pada tahun 2010 populasi Kota Jakarta 9,607,787 juta jiwa, dan 57,8% populasinya menderita berbagai macam penyakit, berikut datanya :

– 1,210,581 jiwa terjangkit asma

– 173,487 jiwa terjangkit bronchopneumonia

– 2,449,986 jiwa terjangkit infeksi Saluran Pernapasan Akut

– 336,273 jiwa terjangkit pneunomia

– 153,724 jiwa terjangkit Penyakit Paru Obstruktif Kronis

– 1,246, 130 jiwa terjangkit Penyakit Artery Koroner

Jumlah Biaya Kesehatan : Rp. 38,5 Triliun

Anda sudah lihat kan ? mengerikan sekali bukan efek dari Polusi udara, merugikan dari sisi Kesehatan dan Keuangan Negara.

Sebagai warga Negara Indonesia, melihat data ini, harusnya anda tergerak melakukan sesuatu, tidak harus langsung gerakan besar, bisa dimulai dari yang kecil.

PT PERTAMINA (Persero) sudah memulai lebih dulu dengan Gerakan #GenLangitBiru, apa itu #GenLangitBiru ?

Gerakan ini diambil dari Proyek Langit Biru Cilacap, atau CIlacap Blue Sky Project yang merupakan salah satu proyek peningkatan spesifikasi gasoline dari semula RON 88 menjadi RON 92. Proyek ini merupakan kelanjutan dari Residual Fluid Catalytic Cracking yang telah tuntas dan beroperasi sejak Oktober 2015. Proyek ini dapat menambah produksi Pertamax di Kilang Cilacap sebanyak 91.000 barel per hari.

Jika Proyek ini Rampung, maka RU IV Cilacap akan menghasilkan gasoline dengan kadar RON 92 dengan spesifikasi menuju Euro IV yang lebih ramah lingkungan. sehingga kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat dan langitpun tetap biru.

Selain menggunakan Pertamax (RON 92) bahan bakar apa saja sih yang bisa digunakan demi mengurangi Polusi Udara dan Ramah Lingkungan, ini dia :

Vi-Gas, ( Bahan Bakar Gas )

Bahan Bakar Vi Gas / sumber:Lewatmana.com

Vigas merupakan bahan bakar gas yang merupakan salah satu produk dari Pertamina dan dijadikan sebagai salah satu alternatif sebagai pengganti BBM yang lebih irit serta ramah lingkungan, Harga Jual VIGAS lebih ekonomis dan dijual seharga Rp 5.100 setara per liternya.

Envogas

Bahan Bakar Gas, Envogas / sumber: Viva.co.id

Pertamina Envogas merupakan produk CNG (Compressed Natural Gas) atau Gas Alam Terkompresi yang diperoleh melalui proses kompresi metana (CH4) hasil ekstraksi gas alam dan  mempunyai fraksi yang lebih ringan dari udara, membuat CNG akan terlepas ke udara seketika, saat terjadi kebocoran sehingga relatih lebih aman dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak.

Selain Pertamax ternyata bahan bakar gas sangat ramah lingkungan ya.

Setelah mengetahui Efek dari Polusi, dan #GenLangitBiru , apa yang bisa Kalian Lakukan, Bagaimana berperan aktif demi mengurangi Polusi Udara yang Semakin Masif ?

Mulai lah Gerakan Kecil dari diri anda sendiri, tidak harus langsung berubah, pelan-pelan tidak apa-apa yang penting disiplin.

Anda Bisa Mulai dengan :

  • Jika anda mempunyai Kendaraan, belilah bahan bakar yang Ramah Lingkungan Seperti Pertamax dan PertamaxPlus
  • Jika Bosan atau Lelah menggunakan Kendaraan Pribadi, bisa menggunakan Kendaraan Umum, bisa Pakai TransJakarta, Ojek Online atau Taksi Online, kalau anda orangnya pemilih lebih bagus naik yang Pakai BBG ya, kan TransJakarta dan Bajaj juga sudah ada yang Pakai BBG.
  • Menanam Pohon, hal kecil ini ternyata berdampak besar lho, karena Pohon menyerap CO2 dan berefek mengurangi polusi
  • Jika hal-hal ini sudah anda Lakukan, coba anda berolahraga lah, untuk lebih memahami bahwa udara yang bersih sangat penting bagi kesehatan, jadi anda tahu anda memperjuangkan apa.

#GenLangitBiru sangat bermanfaat dan harus diviralkan dan disebarluaskan selain kepada masyarakat banyak, Generasi Milenial pun bisa berkontribusi banyak, karena beberapa tahun kedepan merekalah yang menjadi sorotan.

#GenLangitBiru mempunyai makna masa depan yang cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru dan sangat relevan misinya dengan milenial sekarang.

Melalui Gerakan Langit Biru dari Pertamina, Semua Generasi terutama Generasi Milenial dapat berkontribusi dengan melakukan hal yang sudah disebutkan diatas.

Karena Tujuan dari Generasi Langit Biru atau #GenLangitBiru adalah Demi Semua Generasi, terutama Generasi Milenial yang lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan lebih baik.

Plogging agar Bisa ngeblog dimana saja

Jaman sekarang semua orang ingin instan , dengan banyaknya situs microblogging seperti twitter, facebook dll. Blogspot atau pun wordpress menjadi jarang terupdate.

Agar bisa selalu update install-lah wordpress di Android ataupun Ios kamu, lalu seperti biasa, kamu bisa posting dimana saja dan kapan saja tanpa harus menyalakan pc atau pun laptop anda.

Dan postingan ini pun dilakukan menggunakan android lenovo saya.

Welcome Plogging (platform blogging)…. Posting Everywhere Everytime

Memilih Jalan Sebagai Entrepreneur / Berdikari

pramoedya-ananta-toer-berbahagialah

Memilih Jalan sebagai Entrepreneur atau Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri)

Semua Orang Ingin Cepat Kaya, Ingin Kepastian Hidup, tetapi kenapa mereka memilih jalan sebagai entrepreneur atau Berdikari ?

Saya sangat salut dengan orang-orang yang memilih jalan hidup sebagai Entrepreneur, karena orang-orang tersebut berada di sekitar saya, yaitu sahabat dan salah satu adik saya memilih jalan itu, mereka adalah ornag-orang yang berani, disiplin, spesialis dan memiliki tekad sekeras batu karang. Ada beberapa Hal yang harus dijabarkan secara jelas dalam poin-poin ini. Baca lebih lanjut